Sunday, 31 May 2020

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN


MAKALAH
MANAJEMEN PEMASARAN 

Dosen   pengampu : Jamalus, Drs,MM







Disusun Oleh 

Nama         : Enong Lia
Nim            : 1806010023
Kelas         :  4 H
Matakul  : Manajemen Pemasaran




FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS  JURUSAN MANAJEMEN 
UNIVERITAS ISALM SYEH YUSUF 

2019


KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas taufik dan rahmatNya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, dosen,  keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini. Dan semoga kita termasuk dari golongan yang kelak mendapatkan syafaatnya.
Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan membantu pada tahap penyusunan hingga selesainya makalah ini. Harapan kami semoga makalah yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Kami sadar bahwa kami ini tentunya tidak lepas dari banyaknya kekurangan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas dari bahan penelitian yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh keterbatasan yang dimiliki kami. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran kepada segenap pembaca yang bersifat membangun untuk lebih meningkatkan kualitas di kemudian hari.
Pandeglang, Mei 2020
Penyusun

















 i DAFTAR ISI


BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1  LATAR BELAKANG ..................................................................... 1
1.2  RUMUSAN MASALAH ................................................................. 2
1.3  TUJUAN PENULISAN ................................................................... 2
1.4  MANFAAT PENULISAN............................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 3
2.1  PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN ............................. 3
2.2 TUJUAN MANAJEMEN PEMASARAN ....................................... 4
2.3 FUNGSI MANAJEMEN PEMASARAN ........................................ 5
2.4 KONSEP PEMASARAN ................................................................. 5
2.5 KEGIATAN MANAJEMEN PEMASARAN .................................. 7
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 10
3.1 KESIMPULAN ................................................................................. 10
3.2 SARAN ............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 12


 ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Di dalam dunia usaha salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu pemasaran. Ketika berbicara tentang pemasaran pasti membutuhkan manajemen agar kegiatan pemasaran bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Manajemen merupakan suatu proses mengelola atau mengatur suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu melalui sekelompok orang yang dapat mendatangkan hasil. Manajemen pemasaran termasuk upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan karena berhubungan langsung dengan konsumen sebagai pemakai produk. Maka manajemen pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan dari perusahaan yang sangat erat kaitannya dengan situasi pasar.
Dalam era persaingan yang semakin ketat pelaku usaha harus pandai dalam memilih strategi pemasaran yang digunakan. Menawarkan produk-produk yang dibutuhkan konsumen dengan kualitas yang lebih baik dari produk lain dan berbeda akan menjadi poin penting dalam meningkatan kepuasan konsumen atas penggunaan produk. Sehingga konsumen mau dan rela kembali menikmati apa yang ditawarkan oleh perusahaan dan menjadi pelanggan setia bagi perusahaan. Untuk itu sebagai manajer pemasaran harus bisa mengikuti perkembangan zaman agar produk bisa diterima konsumen sesuai dengan masanya.
Pemasaran bukan kegiatan yang mudah dilakukan oleh setiap orang. Butuh perencanaan dalam kegiatan tersebut agar bisa sesuai dengan harapan. Banyaknya pesaing di dalam dunia usaha dapat dijadikan salah satu penghambat dalam menawarkan produk kepada konsumen, jika salah memilih strategi dan tidak dijalankan dengan sesuai perencanaan maka untuk mendapatkan kepuasaan dari konsumen akan sangat mustahil. Sehingga keinginan memperoleh keuntungan yang maksimal akan sulit didapatkan. Keberlangsungan hidup perusahaan pun akan terancam akibat dari salah memilih strategi pemasaran yang digunakan.
Berdasarkan pemaparan di atas maka penulis akan membuat makalah yang berjudul “
Manajemen Pemasaran”.






1.2  RUMUSAN MASALAH
Masalah yang ada dapat dirumuskan menjadi beberapa rumusan masalah, sebagai berikut
:
1.            Apa pengertian manajemen pemasaran ?
2.            Bagaimana tujuan dari manajemen pemasaran ?
3.            Bagaimana fungsi manajemen pemasaran ?
4.            Bagaimana konsep dari pemasaran ?
5.            Bagaimana kegiatan manajemen pemasaran ?
1.3    TUJUAN PENULISAN
Penulisan ini bertujuan untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Badan Usaha dan Koperasi.
1.4    MANFAAT PENULISAN
Penulisan ini bermanfaat bagi diri sendiri agar menambah wawasan tentang manajemen pemasaran, serta bagi pembaca yang ingin mengetahui dan memahami tentang manajemen pemasaran baik pengertian, tujuan, fungsi, konsep maupun kegiatan manajemen pemasaran.



















BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Arti pemasaran sering disamakan dengan pengertian-pengertian: (1) penjualan, (2) perdagangan, dan (3) distribusi. Padahal istilah-istilah tersebut hanya merupakan satu bagian dari kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Proses pemasaran dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan.
Defenisi pemasaran menurut William J. Stanton, yaitu suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari defenisi di atas dapat dijelaskan bahwa arti pemasaran adalah jauh lebih luas daripada arti penjualan. Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan, menentukan produk yang hendak diproduksi, menentukan harga produk yang sesuai, menentukan cara-cara promosi dan penyaluran/penjualan produk tersebut. Jadi, kegiatan pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan sebagai suatu sistem.
Kegiatan-kegiatan tersebut beroperasi di dalam suatu lingkungan yang terus menerus berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tetapi juga dibatasi oleh sumbersumber dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran, perubahan lingkungan dapat berupa suatu peluang atau kesempatan mengembangkan usahanya.
Sehubungan dengan itu tugas manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan serta dalam menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Kegiatan pemasaran ini haruslah dikoordinasikan dan dikelola dengan cara yang baik, maka dikenal dengan istilah manajemen pemasaran. Secara umum, manajemen pemasaran adalah proses merencanakan, penganalisaan, pelaksanaan, dan pengawasan atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu perusahaan supaya dapat tercapainya target atau tujuan perusahaan secara lebih efisien dan efektif.

Beberapa pengertian manajemen pemasaran menurut para ahli
a.              Philip Kotler/Armstrong (2002:14)
Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi.
b.              P.H. Nystrom
Pemasaran meliputi segala kegiatan mengenai penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
c.              American Marketing Association
Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.
Dari beberapa pengertian para ahli dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran merupakan suatu kegiatan yang menawarkan produk kepada konsumen dengan mempertimbangkan perencanaan, penganalisaan, pelaksanaan dan pengawasan sehingga dapat mendatangkan hasil berupa laba sesuai dengan yang diharapkan.

2.2 TUJUAN MANAJEMEN PEMASARAN
Dalam manajemen pemasaran tentu harus memiliki tujuan, karena tujuan merupakan langkah awal untuk melaksanakan suatu kegiatan. Tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa agar produk yang dijual akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan, akibatnya produk tersebut dapat terjual dengan sendirinya.  Beberapa tujuan utama dari manajemen pemasaran, sebagai berikut:
1.            Jangka pendek
Tujuan jangka pendek bagi perusahaan adalah untung secepat mungkin. Artinya dapat menutup semua biaya-biaya produksi yang digunakan dan jika ada kelebihan maka dikatakan laba.

2.            Jangka menengah
Tujuan jangka menengah adalah mengusahakan mencapai titik impas antara total biaya produksi dan total volume penjualan, memperluas cakupan promosi, dan berusaha lebih memperbesar cakupan volume penjualan.
3.            Jangka panjang
Untuk jangka panjang perusahaan mempertahankan para pelanggan setia agar tetap loyal dengan produknya, antara lain dengan produk inovatif, kreatif dan berdaya guna lebih serta memberikan potongan harga khusus bagi pelanggan.
Selain menetapkan tujuan pemasaran, pemilihan strategi sasaran pemasaran juga menentukan berhasil atau tidaknya tujuan tersebut. Berbagai ciri khusus penjual, produk atau pasar akan memberi batas pada pilihan terhadap strategi sasaran pemasaran :
a.              Sumber-sumber perusahaan
b.              Keserbasamaan produk(homogenitas produk)
c.              Tingkat produksi dalam hidup
d.             Keserbasamaan pasaran (homogenitas) 
e.              Siasat pemasaran
v  STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarahkan kegiatan atau usaha pemasaran dalam suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Strategi pemasaran  merupakan bagian dari perencanaan pemasaran, yang merupakan tahap kelima dari proses pemasaran.
Proses Pemasaran
2.3 FUNGSI MANAJEMEN PEMASARAN
            Fungsi pemasaran adalah menjembatani interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. Peranan lainnya adalah memfasilitasi proses identifikasi peluang produk, pendefinisian segmen pasar dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan, menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.
Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1.            Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan
2.            Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen
3.            Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.

2.4 KONSEP PEMASARAN
            Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept).
Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen atau berorientasi pada konsumen (consumer oriented).
Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran. Menurut Swastha (1979:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.” Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).             Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya yaitu:
1.            Konsep berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas cakupan distribusi.

2.            Konsep berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovatif lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3.            Konsep berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4.            Konsep berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari para pesaingnya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5.            Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan einginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

2.5 KEGIATAN MANAJEMEN PEMASARAN
Dalam manajemen pemasaran yang maju, maka kegiatan pemasaran suatu perusahaan didefinisikan sebagai berikut : Manajemen pemasaran adalah suatu bagian kegiatan dari perusahaan yang sangat erat berhubungan dengan situasi pasar. Kegiatan itu terdiri dari :
1.            Mengetahui kebutuhan dan minat khusus pasar
2.            Menciptakan dan menjamin adanya produk yang memenuhi kebutuhan pasar
3.            Menciptakan dan memelihara pasar dari produk.
            Kegiatan tersebut direncanakan, diorganisir dan dikendalikan untuk memenuhi kehendak konsumen, pemilik, penyalur dan semua pihak yang berkepentingan atas kegiatan perusahaan tersebut.
Kegiatan pemasaran tersebut dapat diperinci sebagai kegiatan-kegiatan : a.       Riset pasar
b.              Manajemen produksi
c.              Penetapan harga
d.             Promosi
e.              Penjualan
f.               Distribusi
      Selain itu terdapat kegiatan utama pemasaran yang dikelompokkan menjadi 4 bagian besar, dan dikenal sebagai 4P, yaitu :
1.      Product (produk) : yang menyangkut pemilihan barang atau jasa yang ditawarkan secara tepat.
2.      Price (harga) : menyangkut penetapan harga jual barang yang sesuai dengan kualitas barang dan dapat dijangkau oleh konsumen.
3.      Place (tempat) : menyangkut pemilihan cara pendistribusian barang dan jasa sehingga sampai ke tangan konsumen.
4.      Promotion (promosi) ; menyangkut pemilihan kebijaksanaan promosi yang tepat, sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.



PERINCIAN 4P
Product (Produk)
Place (Sistem distribusi)
Promotion (Kegiatan promosi)
Price (Harga)
       Kualitas
       Features dan style
       Merk dan kemasan
       Product line
       Tingkat pelayanan
        Saluran distribusi
        Jangkauan distribusi
        Lokasi penjualan
        Pengangkutan
        Persediaan
        Penggudangan
        Periklanan
        Personal seling
        Promosi penjualan
        Publisitas

        Tingkat harga
        Potongan harga
        Waktu
pembayaran
        Syarat
pembayaran
        Cadangan

a
            Kegiatan pemasaran tersebut, yang dikelompokkan menjadi 4P merupakan marketing mix. Marketing mix adalah kerangka dari suatu keputusan pemasaran yang variabel (marketing decision variables) dalam setiap perusahaan di dalam waktu atau sampai batas waktu tertentu/khusus. Adapula yang mengatakan bahwa marketing mix adalah faktor-faktor yang dikuasai, digunakan dan dikendalikan oleh seorang marketing manager (controllable factors) untuk mempengaruhi jumlah permintaan.
Kedua pendapat di atas pada prinsipnya sama, di mana tujuan akhirnya (ultimate goalnya), yakni bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh seorang marketing manager untuk mempengaruhi jumlah permintaan dan meningkatkan omzet penjualan agar usahanya bisa sukses.
Dalam menuju kesuksesaan itu, dua kelompok rencana pemasaran perlu di perhatikan
:
1.            Presentasinya (persembahannya)
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah produk itu sendiri, pembungkus (packaging), merk (brand), harga (price) dan jasa-jasa (services).
2.            Metode dan mekanismenya
Yang termasuk dalam hal ini ialah saluran distribusi (channel of distribution), personal selling, periklanan (advertising), promosi (sales promotion) daan publisitas (publicity).
Sukses atau tidaknya penjualan suatu barang tergantung kepada tepat tidaknya kebijaksanaan (policy) dari manajer penjualan


Secara dragmatis manajemen yang maju dapat digambarkan sebagai berikut :


Gambar tersebut menjelaskan bahwa jika suatu perusahaan ingin keberhasilan baik dalam mendapatkan laba, berkembang maupun bertahan dalam dunia usaha. Maka perusahaan harus merumuskan kombinasi 4P dari marketing mix yang berbeda pula, baik untuk menyesuaikan program pemasarannya dengan perilaku konsumen maupun dalam mempengaruhi perilaku konsumen itu sendiri.
Sebagai contoh : perilaku konsumen yang telah dipengaruhi kebudayaan yang maju, tingkat pendidikan, pendapatan yang meningkat dan bertambahnya macam produk akibat perkembangan teknologi menyebabkan konsumen mulai membandingkan harga dan mutu produk, meminta pengepakan yang lebih baik dan menarik, mengharapkan pelayanan yang baik, lebih peka terhadap informasi dan periklanan, lebih sering mengadakan hubungan sosial dan sebagainya. Ini semua memerlukan marketing mix yang berbeda dengan apabila perilaku itu ditunjukkan oleh konsumen yang mempunyai pendapatan rendah, hidup di desa, masih buta huruf dan hidup dalam kebudayaan tertutup.















BAB III
PENUTUP

3.1              KESIMPULAN
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengenalkan maupun menawarkan produknya kepada konsumen. Tujuan dari pemasaran yaitu dalam jangka pendek untuk mendapatkan laba, jangka menengah mendapatkan titik impas antara biaya produksi dengan volume penjualan sedangkan untuk jangka panjang mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan melalui loyalitas konsumen dalam penggunaan produk yang dihasilkan. Agar tujuan dapat tercapai secara penuh ataupun mendekati dengan yang sudah ditentukan, maka diperlukan pemilihan strategi pemasaran yang tepat untuk menunjang berhasilnya tujuan tersebut.
Manajemen pemasaran berfungsi untuk memberikan informasi produk kepada konsumen, mempengaruhi keputusan yang akan diambil konsumen serta menciptakan nilai ekonomis suatu produk. Pelaku usaha yang sudah mulai mengetahui pentingnya pemasaran akan mengenal adanya konsep pemasaran yang bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Ada 5 konsep pemasaran diantaranya : konsep berwawasan produksi, konsep berwawasan produk, konsep berwawasan penjualan, konsep berwawasan pemasaran, dan konsep berwawasan pemasaran bermasyarakat.
Adapun kegiatan pemasaran yang dapat dirinci sebagai kegiatan-kegiatan: riset pasar, manajemen produksi, penetapan harga, promosi, penjualan dan distribusi. Selain kegiatan tersebut terdapat kegiatan utama pemasaran yang dikelompokkan menjadi 4P atau dikenal dengan istilah Marketing Mix, terdiri dari Product, Place, Promotion dan Price. Dimana tujuan akhir dari kegiatan tersebut yakni bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh seorang marketing manager untuk mempengaruhi jumlah permintaan dan meningkatkan omzet penjualan agar usahanya bisa sukses.








3.2              SARAN
Keinginan setiap pelaku usaha adalah mendapatkan laba dan dapat mempertahankan perusahaannya di tengah persaingan usaha yang ketat. Kegiatan pemasaran merupakan salah satu solusi untuk pencapaian keinginan pelaku usaha tersebut. Dengan memilih manajemen pemasaran profesional dan strategi yang tepat dalam menjalankan kegiatan tersebut, maka keinginan mendapatkan laba dan mempertahankan kelangsungan perusahaan dapat terealisasi sesuai harapan. Jadi, tempatkanlah manajemen pemasaran tersebut sebagai kegiatan penting di dalam perusahaan demi mencapai tujuan usaha.























DAFTAR PUSTAKA

Mursid, M.2010.Manajemen Pemasaran.Jakarta: Bumi Aksara
Swastha, Basu & T. Hani Handoko. 1987.Manajemen Pemasaran Analisa Perilaku
Konsumen.Yogyakarta: Liberty


Friday, 25 January 2019

Alat Musik dan Teknik Memainkan Rampak Bedug


Waditra Rampak Bedug

Mengamati Lingkungan
Pernahkah anda mengamati sebuah pohon kelapa yang memiliki banyak manfaatnya mulai dari akarnya hingga buah kelapanya itu sendiri? Akar pohon kelapa dapat dijadikan sebagai obat, sedangkan daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan bungkus ketupat, janur hingga dimanfaatkan bagian lidinya untuk dibuat menjadi sebuah sapu. Tidak hanya itu saja, pada buah kelapa selain air yang terkandung didalamnya bisa dirninum secara langsung buahnyapun dapat juga dinikmati langsung atau bisa dijadikan sebagai bahan tambahan dalam racikan bumbu masakan seperti pembuatan santan kelapa. Terakhir pada bagian Batang pohon kelapa, ternyata tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk kayu bakar dan pembuatan mebeler saja, tetapí bagi masyarakat di Pandeglang batang pohon kelapa banyak digunakan sebagai bahan dasar pokok untuk pembuatan sebuah bedug. Bentuk bedug memiliki beberapa macarm jenis ada yang berupa bedug biasa yang sering anda lihat di mesjid-mesjid atau mushola; ataupun bedug yang biasa digunakan dalam pertunjukan seni rampak bedug. Dalarm bab ini akan dibahas secara rinci mengena alat musik atau waditra yang serng digunakan dalam pertunjukan seni rampak bedug.
Materi yang akan dibahas dalam bab ini menyangkut tentang berbagai macam alat bedug yang digunakan serta pola menabuhnya sesuai dengan seni rampak bedug buhunnya yang menjadi patokan dasar dalam seni menabuh alat musik sebagai musik iringan dalam sebuah pertunjukan seni rampak bedug. Kemudian tahukah kamu mengenai kesenian dan kebudayaan yang ada dan berkembang didaerah sekitarmu?
Memahami Taks
A.    Alat Musik (Waditra) dalam Seni Rampak Bedug
Peralatan-peralatan musik yang sering dipakaí oleh beberapa kelompok seni rampak bedug dalam pertunjukan seni bedug sangat bervariatif. Pada umumnya peralatan musik yang sering digunakan oleh setiap kelompok pada pertunjukan seni rampak bedug diantaranya adalah bedug besar sebanyak 4-8 buah bedug yang berfungsi sebagai bass, tilingtit atau tingtit sebanyak 1 set (3 buah) yang didalamnya terdiri dari bedug anting carang dan bedug anting kerep yang berfungsi sebagai melodi, pongpet sebuah bedug kecil yang memiliki fungsi sebagai pengatur iringan memulaí dan mengakhiri sebuah lagu, antuk berfungsi untuk menurunkan menaikan tempo, serta dologdog dan gedug yang berfungsi sebagai bass. Semuanya memiliki fungsi sebagai pengiring lagu. Sebenarnya masih banyak lagi alat musik lainnya yang dikreasikan yang banyak digunakan dalam pertunjukan seni rampak bedug diantaranya adalah rebana, marawis,  gamelan dan lain sebagainya tetapi kesemua alat musik terbut menjadi bagian dari kreasi seni perturjukan rampak bedug yang digagas oleh sang kreator seniman.
Pada perkembangan berikutnya posisi bedug tidak lagi berada tergeletak dibawah namun sudah menggunakan tiang penyangga yang dinamakan dengan ancak. Ancak ini memiliki dua jenis yaitu ancak yang dapat menyangga atau menopang bedug lebih dari satu bedug (menyatu) dan ada juga ancak yang hanya dapat menopang satu bedug saja (satuan). Ancak awalnya terbuat dari bahan kayu, namun seiring perkembangannya ancak kini banyak yang menggunakan dari besi. Hal ini terjadi karena dilihat dari sisi kekuatan serta sisi kepraktisannya ketika akan menggelar sebuah pertunjukan seni rampak bedug.
Pola tabuh yang biasanya disebut dengan lagu sering sekali dibawakan dalam pertunjukan seni rampak bedug. Pola-pola tabuh tersebut diantaranya adalah:
a.       Pingping Cakcak
b.      Rurudatan
c.       Shalawat Badar
d.      Sela Gunung
e.       Bajing Luncat
f.       Celementre
g.      Turumbu
h.      Tonggeret, dll.
Adapun beberapa contoh lirik pada lagu yang sering dinyanyikan dalam pertunjukan seni rampak bedug diantaranya adalah sebagai berikut:
Al-Madad
Allah-allah hurobbuna ahmad kabir sabilallah
ibnu ulwan syoi'ullillah hasan husen sabilałiah
Bagdadu hiya darul shodiq daarul manna bari waropiq
Lanjali sait shodik manurul syeh abdal godir"
Shalawatan
"Allohuma shalí ała sayidina
Wamaułana Muhammadin
Sel hin san bata poh
Wa ala olihi wasohbihi ajma ina uia aihi wasohbihi ajma in"

B.     Proses Pembuatan Bedug
Sebelum menjadi sebuah alat musik yang dapat dimainkan secara langsung tentunya terdapatproses pembuatannya terlebih dahulu, termasuk dengan alat musik bedug. Proses pembuatan bedug mengalami beberapa tahapan yang cukup rumit. Hal yang Pertama yang harus dilakukan adalah mencari bahan pokok bedug, bahan utama pembuatan bedug yang digunakan dalam pertunjukan seni rampak beduk adalah batang kayu dan kulit sapi atau kerbau. Ciri khas dari bedug Pandeglang adalah dengan menggunakan batang kayu dari pohon kelapa sebagai bahan utamanya serta kulit kerbau.
Batang pohon kelapa yang banyak digunakan adalah batang pohon yang memiliki kualitas bagus dan sudah dikatakan tua. Hal ini perlu dilakukan agar kualitas bedug dapat tahan lama serta suara yang dihasilkannya terdengar baik. Setelah ditebang selanjutnya batang pohon kelapa tersebut dikelupas pada bagian kulit batangnya hingga terlihat lebih bersih.
Setelah batang pohon kelapa tersebut selesai dikelupas pada bagian kulit luarnya, proses selanjutnya adalah dengan melubangi bagian' dalam dari batang pohon kelapa tersebut hingga membentuk lubang tembus pada tiap sisinya. Pada tahap ini dibutuhkan keterampilan yang sangat baik karena jika salah melakukan pelubangan maka tidak menutup kemungkinan bahan batang pohon kelapa tersebut dapat mengalami keretakan pada bagian luarnya sehingga batang pohon kelapa tersebut tidak dapat lagi dugunakan sebagai bahan pokok dari pembuatan bedug.
Seletah batang pohon kelapa terlubangi dengan sempurna maka untuk proses selanjutnya adalah menghaluskan pada bagian-bagian batang pohon kelapa dengan menggunakan hamplas agar batang pohon kelapa tersebut terlihat lebih halus sebelum batang pohon kelapa tersebut diberikan cat warna dan kulit hewannya sebagai sumber suara yang akan dihasilkannya.
Proses selanjutnya untuk bahan bagian penutup bedug yang digunakan adalah bahan dari kulit hewan kerbau. Kulit hewan ini setelah proses pembersihan harus dijemur terlebih dahulu untuk menghilangkan bau hewan yang menempel pada kulit hewan tersebut dan menghilangkan kadar air dalam kulit agar tidak mudah membusuk serta membuatnya menjadi bahan kulit hewan yang awet. Cara menjemur kuli thewan tersebut dapat dilakukan dengan cara membentangkan bagian kulitnya dan ditarik dengan menggunakan tali yang dikatkan pada sebuah bambu yang sudah dibentuk sesuai dengan ukuran kulit hewan tersebut.
Setelah kulit hewan tadi benar-benar kering, maka tahap berikutnya adalah dengan membuat pola pada kulit hewan tersebut agar sesuai dengan ukuran diameter lubang dari batang pohon kelapa tadi yang sudah mengalami proses pembentukan.
Pada tahap selanjutnya yaitu pemasangan kulit hewan yang sudah dipotong pada batang pohon kelapa yang akan digunakan. Pada tahap ini memerlukan kemampuan khusus untuk memasangkan kulit dengan batang pohon kelapa terseout. Kulit hewan harus ditarik kuat dengan menggunakan tali dan direkatkan menutupi lubang dari batang pohon kelapa tersebut hingga menutupi seluruh bagian lubang dan dapat menghasilkan suara ketika ditabuh dengan alat pemukul.
Proses selanjutnya adalah jika batang pohon kelapa tersebut sudah dilubangi maka perlu dilakukan pelubangan tahap selanjutnya dengan menggunakan pahatan. Kall ini prosesnya hanya untuk merapihkan pelubangan saja yang mengikuti pola lingkaran dari batang pohon kelapa tersebut, dengan tujuan agar memberikan ruang getaran untuk suara yang dihasilkan ketika bedug ditabuh, sehingga suara yang dihasilkan enak untuk didengar.
Pada Tahap akhir adalah finishing atau perapihan agar tampilan bedug yang dibuat sel suaranya enak didengar tampilannya pun menarik dan enak untuk dilihat, pada tahap ini bedug dapat di cat ataupun diberikan pernis sesuai kebutuhan serta selera masing- masing agar seca keseluruhan bedug dapat terlihat lebih indah.

C.    Teknik Memainkan Alat Musik
Bila diperhatikan secara seksama, beberapa waditra atau alat musik yang digunakan dalam pertunjukan seni rampak bedug merupakan kelompok waditra atau alat musik yang bersifat membranophone. Pengertian dari Membranopone itu sendiri adalah sebuah alat musik yang berbentuk-menyerupai tabung dan ditutup dengan selaput membran dan cara memainkannya degan. dipukul/ditabuh.
Meski bedug memiliki kemiripan pada pola memainkannya tetapi pada pelaksanannya ada beberapa variasi pola tabuhan yang dapat kita amati. Bedug dapat dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul berupa batang kayu. Beberapa variasi dalam teknik memukul bedug diantaranya adalah dengan cara memukul pada bagian tengah bedug, samping kanan dan kiri serta pada bagian atas dan bawah bedug atau dapat juga dipukul dengan menggunakan kedua tangan secara bergantian.
Beberapa pola yang terdapat dalam pertunjukan musik dalam seni rampak bedug diantaran-ya yaitu, bedug kecil (tilingtit/tingtitt) selaku musik pengiring pemandu irama dan gerakan, bedug besar (gebrag) sebagai penguat pada gerakan tarian rampak bedug, dologdog dan gedug sebagai bass/penguat rasa pada komponen musik, serta antuk sebagai variasi irama musik. Bedug besar dimainkan oleh para pemain putra dan putri yang ditabuh sambil melakukan tarian, biasanya para pemain musik selain memainkan alat musiknya mereka juga selalu melantunkan lagu lagu yang bernuansa islami atau shalawat sebagai salah satu bentuk motif iringan pada tarian yang dibawaknya.
Keterangar/gambar diatas:
1.      Tingtit/Tilingtit
2.      Aning carang
3.      Anting kerep
4.      Antuk
5.      Pongpet
Dalam pertunjukan seni rampak bedug, alat utama yang digunakan adalah bedug. Bedug saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat sekali dari waktu ke waktu. Awalnya dalam pertunjukan seni bedug ketika tradisi ngadu bedug masih sering dilakukan dengan pongkat alat musik bedug kecilsisi bedug yang ditabuh berada tergeletak dibawah dan diinjak oleh kaki seperti gambar berikut ini.

Friday, 16 November 2018

Logo Dewan Ambalan Ashabulkhafi Umulmu'minin SMK Babunnajah

Dewan Ambalan Ashabulkhafi dan Umulmu'minin

Logo Dewan Ambalan Semasa saya SMK hingga sekarang masih TOP BGT :) 
 
 
 



 Chanel Saya

#boz_boeday
#boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday #boz_boeday