Sunday, 28 May 2017

MAKALAH MANAJEMEN UMUM



MAKALAH
MANAJEMEN UMUM
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Umum





Disusun oleh :
Nama   : Roni Sofyan
NIM    : E11160119





FAKULTAS INFOMRATIKA DAN KOMPUTER
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR
BANTEN
2016

KATA PENGANTAR

            Puji dan Syukur mari kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga Makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, itu dikarenakan kemampuan yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun berharap dengan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dan meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang.




Cikaliung,   November 2016


Penyusun

DAFTAR  ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang..................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................. 1
1.3  Tujuan ..................................................................................................  1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Manajemen dan Pengertiannya............................................................. 2
2.2  Fungsi-Fungsi Manajemen.................................................................... 2
2.3  Jenis-jenis Manajemen.......................................................................... 3
2.4  Keterampilan Manajemen..................................................................... 4
2.5  Perkembangan Teori Manajemen.......................................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan........................................................................................... 8
3.2  Saran..................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Setiap kegiatan dimana saja dan apa saja yang melibatkan orang-orang dan memerlukan kerjasama, apakah itu kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non profit oriented, pasti sarat dengan manajemen, seperti halnya mengelola, mngatur organisasi (Perusahaan), ormas atau perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, baik pengelolaannya secara forml, modern atau tradisonal karena pola intinya manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang di atur dan siapa yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur.
Manajemen adalah salah satu bagian terpenting  dalam suatu perusahaan. Tugasnya sangat krusial dalam suatu organisasi yakni, menentukan dan mengawasi kinerja suatu organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen itu sendiri. Dari sini dapat diketahui bahwa manajemen mutlak diperlukan dalam suatu organisasi karena merupakan pusat kinerja dari organisasi itu sendiri.

1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa pengertiannya manajemen ?
2.      Apa saja fungsi-fungsi manajemen ?
3.      Sebutkan jenis-jenis manajemen !
4.      Bagaimana bentuk keterampilan manajemen ?
5.      Jelaskan perkembangan teori manajemen !

1.3.Tujuan
1.      Untuk mengetahui manajemen dan pengertiannya
2.      Untuk mengetahui fungsi-fungsi manajemen
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis manajemen
4.      Untuk mengetahui keterampilan manajemen
5.      Untuk mengetahui perkembangan teori manajemen

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Manajemen dan Pengertiannya
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa
Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadiménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.

2.2.Fungsi-Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen klasik secara tradisional meliputi: merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling).
Ø  Merencanakan (planning) adalah menentukan sasaran organisasi dan sarana untuk mencpainya
Ø  Mengorganisasikan (organizing) adalah menetapkan dimana keputusan akan dibuat, siapa yang akan melaksanakan tugas dan pekerjaan, serta siapa yang akan bekerja untuk siapa
Ø  Memimpin (leading) adalah memberi inspirasi dan motivasi kepada karyawan untuk berusaha keras mencapai sasaran organisasi.
Ø  Mengendalikan (controlling) adalah mengawasi kemajuan pencapaian sasaran dan mengambil tindakan koreksi bilamana dibutuhkan.

2.3.Jenis-jenis Manajemen
Empat jenis manajer dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda, antara lain:
1.      Manajer Puncak (Top Manager)
Manajer puncak memegang jabatan seperti pemimpin eksekutif (CEO) dan pemimpin operasi (COO)dan bertanggung jawab terhadap segenap pengarahan dalam organisasi. Mereka bertanggung jawab menciptakan kondisi penting untuk perubahan juga termasuk membentuk visi dan misi jangka panjang untuk perusahaan. Manaje puncak juga wajib membantu karyawan membangun rasa tanggung jawab terhadap perusahaan. Selain itu, manajer puncak juga bertanggung jawab menciptakan budaya organisasi yang positif melalui bahasa dan tindakan, serta memperhatikan lingkungan usaha mereka.
2.      Manajer Menengah (Middle Manager)
Manajer menengah memegang jabatan seperti manajer pabrik, manajer divisi, dan manajer wilayah dan bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan yang sejalan dengan rencana dan sasaran dari Top Manager, serta menetapkan strategi-strategi yang digunakan untuk mencapai sasaran. Mereka juga bertanggung jawab mengkoordinasi dan menghubungkan semua departemen dan divisi di perusahaan. Manajer menengah mengawasi dan mengelola kinerja dari sub-unit dan para manajer lini pertama. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab menerapkan perubahan atau strategi yang diciptakan Top Manager.
3.      Manajer Lini Pertama (Lower Manager)
Manajer lini pertama memegang jabatan seperti manajer kantor, penyelia jaga (shift supervisor), dan manajer departemen. Mereka mengelola kinerja dari karyawan tingkat dasar. Manajer lini juga membuat jadwal rinci dan rencana operasi berdasarkan perencanaan jangka menengah dari manajemen tingkat menengah. Mereka juga melatih dan mengawasi kinerja dari karyawan non manajerial serta bertanggung jawab langsung atas produksi barang atau jasa.
4.      Pemimpin Kelompok
Pemimpin kelompok adalah jenis pekerjaan manajemen yang relatif baru yang dikembangkan semenjak perusahaan beralih kepada kelompok yang mandiri. Pemimpin kelompok mengarahkan pekerjaan perorangan dan membantu aktivitas kelompok ke arah pencapaian sasaran. Pemimpin kelompok juga membantu kinerja kelompok, mengelola hubungan luar dan hubungan dalam kelompok.

2.4.Keterampilan Manajemen
Dari tingkatan manajemen yang dibahas di atas, maka masing-masing tingkatan manajerial tersebut harus mempunyai bekal keterampilan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya masing-masing dalam porsi yang berbeda. Dalam hal ini manajer harus memiliki tiga keterampilan sebagai berikut:
1.      Keterampilan Konsepsional (Conceptual Skills)
Top manager harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, idea, gagasan, dan saran untuk kemajuan organisasi. Kemudian gagasan tersebut dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan yang konkret. Proses penjabaran ide menjadi rencana rencana kerja disebut sebagai proses perencanaan. Keterampilan konsepsional ini sangat diperlukan bagi manajer pada tingkat-tingkat yang tinggi. Semakin tinggi tingkatan manajerial seseorang, maka semakin diperlukannya keterampilan ini.
2.      Keterampilan Kemanusiaan (Human Skills)
Keterampilan kemanusiaan atau yang lebih terkenal dengan keterampilan berkomunikasi antar manusia(interpersonal skills) adalah keterampilan yang seringkali diabaikan oleh para manajer, terutama bagi para manajer yang baru naik jenjangnya dalam organisasi. Keterampilan kemanusiaan ini sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik dengan atasan langsung maupun dengan bawahan. Dengan komunikasi yang persuasive akan membuat bawahan merasa dihargai dan mereka akan bekerja lebih baik dan bersikap lebih terbuka kepada atasannya. Keterampilan berkomunikasi ini diperlukan baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
3.      Keterampilan Teknis (Technical Skills)
Keterampilan ini merupakan bekal bagi para manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu misalnya memperbaiki mesin, membuat kursi, membuat jadwal kerja dan keterampilan teknis lainnya.

2.5.Perkembangan Teori Manajemen
1.      Perkembangan awal Teori Manajemen
Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya manajemen ilmiah, yaitu Robert Owen dan Charles Babbage. Pada permulaan tahun 1800-an Robert Owen, seorang manajer pabrik pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia, menekankan pentingnya unsur manusia dalam produksi. Dia membuat perbaikan-perbaikan dalam kondisi kerja dan mengembangkan sejumlah prosedur kerja yang memungkinkan dalam peningkatan produktivitas. Charles Babbage, seorang professor matematika dari Inggris, adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui spesialisasi. Setiap tenaga kerja harus diberi latihan keterampilan yang sesuai dengan setiap operasi pabrik.
2.      Manajemen Ilmiah
Aliran manajemen klasik ditandai dengan kontribusi-kontribusi dari Frederick Winslow Taylor, Frank and Lillian Gilberth, Henry L. Gantt, dan Harrington Emerson. Di sini hanya akan dibahas manajemen ilmiah oleh F.W. Taylor.
Manajemen Ilmiah timbul sebagian karena adanya kebutuhan untuk menaikkan produktivitas. Untuk menaikkan produktivitas dicarilah cara-cara untuk menaikkan efisiensi pekerjaan. F.W. Taylor mengembangkan manajemen ilmiah ini sekitar tahun 1900-an. Taylor disebut juga sebagai ‘bapak manajemen ilmiah’ karena karyanya tersebut. Manajemen ilmiah merupakan penerapan metoda ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi; atau juga merupakan seperangkat mekanisme ‘a bag of tricks’ untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. Taylor mengembangkan sejumlah teknik-teknik untuk mencapai efisiensi, empat prinsip dasar tersebut adalah:
a)      Pengembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya
b)      Seleksi ilmiah untuk karyawan
c)      Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan
d)     Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja
3.      Teori Organisasi Klasik
Henry Fayol (1841 – 1925), seorang industrialis Perancis, mengemukakan teori dan teknik administrasi sebagai pedoman bagi pengelolaan organisasi-organisasi yang kompleks dalam bukunya yang terkenal, Administration Industrielle et Generale. Dalam teorinya Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan.
Fayol membagi operasi perusahaan menjadi enam kegiatan; teknik, komesial, keuangan, keamanan, akuntansi, dan manajerial. Henry Fayol juga membagi prinsip manajemen menjadi empat belas prinsip antara lain;pembagian kerja, wewenang, disiplin, kesatuan perintah, kesatuan pengarahan, mendahulukan kepentingan umum, balas jasa, sentralisasi, rantai wewenang, order, keadilan, stabilitas staf organisasi, inisiatif, dan semangat korps.
4.      Aliran Hubungan Manusiawi
Aliran ini muncul karena ketidakpuasan bahwa yang dikemukakan pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para manajer masih menghadapi kesulitan-kesulitan dan frustasi karena karyawan tidak selalu mengikuti pola-pola perilaku yang rasional. Sehingga pembahasan ‘sisi perilaku manusia’ dalam organisasi menjadi penting.
Salah satu tokoh dalam aliran neoklasik ini adalah Elton Mayo (1880 – 1949). ‘Hubungan manusia’ sering digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan cara dimana manajer berinteraksi dengan bawahannya. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi mereka.
Elton Mayo dan asistennya melakukan suatu studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja yang sangat terkenal di pabrik Howthorne milik perusahaan Westrn Electric dari tahun 1927 sampai 1932. Mayo menemukan bahwa perhatian khusus (seperti perasaan terpilih menjadi partisipan dalam studi yang dilakukan manajemen puncak) sangat mempengaruhi usaha-usaha mereka. Phenomena ini dikenal sebagai Howthorne effect. Penemuan lainnya adalah bahwa kelompok keja informal – lingkungan sosial karyawan – juga mempunyai pengaruh besar pada produktivitas.
5.      Aliran Manajemen Modern
Masa manajemen modern berkembang melalui dua jalur yang berbeda. Pertama merupakan pengembangan dari aliran hubungan manusiawi yang dikenal sebagai perilaku organisasi, dan yang kedua dibangun atas dasar manajemen ilmiah, dikenal sebagai aliran kuantitatif. Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial. Tokohnya adalah Abraham Maslow, Douglas McGregor, Frederick Herzberg, dan lainnya. 
Aliran kuantitatif ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi (operations research) dalam pemecahan masalah-masalah industri, yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi Inggris dalam Perang Dunia ke II. Sejalan dengan semakin kompleksnya komputer elektronik, transportasi dan komunikasi, dan sebagainya teknik-teknik riset operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan. Prosedur-prosedur riset operasi tersebut kemudian diformalisasikan dan disebut aliran management science.









BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
1.   Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.   Fungsi manajemen klasik secara tradisional meliputi: merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan
mengendalikan (controlling).
3.   Perkembangan teori manajemen terbagi menjadi tiga aliran pemikiran yaitu:
a.       Aliran Klasik (Manajemen Ilmiah dan Teori Organisasi Klasik)
b.      Aliran Hubungan Manusia
c.       Aliran Manajemen Modern

3.2.  Saran
Penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan, sehingga masih diperlukan tambahan perbaikan – perbaikan untuk menghasilkan makalah yang lebih baik lagi dan lengkap. Adapun saran dari penyusun adalah perlu adanya perbaikan – perbaikan tambahan dari pembaca untuk kesempurnaan dalam pembuatan makalah ini, selain itu pula hendaknya pembaca perlu mengetahui manajemen serta mengimplementasikannya di setiap organisasi.



DAFTAR PUSTAKA

Bowo Arief, 2008. Pengorganisasian. Fakultas Ekonomi,
Universitas Mercu buana : Jakarta
George, R. Terry, 1979, "'Asas-asas Manajemen".
Hafidzi, Z.A. 2002, "Diktat Pcngantar Manajemen ", Fakultas Ekonomi
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
Henry Simamora, 1999, "MSDM", STIE. YKPN.
Stephan P. Roben, "Perilaku Organisasi", Jilid l, San Diego State University.
Stephen P. Robbins and Mary Couler, "Manajemen", Edisi 6.
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga. Jakarta
Wijaya, A W., "Perencanaan Sebagai Fungsi Manajemen".
Williams, Chuck. 2001. Manajemen (Terjemahan).

PROPOSAL BUDIDAYA IKAN



PROPOSAL USAHA
“BUDIDAYA IKAN”
Disusun untuk memenuhi tugas Ujiah Tengah Semester Mata Kuliah Kewirausahaan
Dosen : Eva Sutihat, S.E., M.M







Disusun oleh :
GUSTI ABDILAH
E11140002



PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS INFORMATIKA DAN KOMPUTER
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR

            Puji dan Syukur mari kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga Proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan proposal ini, itu dikarenakan kemampuan yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penyusun berharap dengan proposal ini dapat bermanfaat khususnya bagi Penyusun dan bagi para pembaca pada umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan dan meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang.




Menes,   November 2016


Penyusun


PROPOSAL USAHA BUDIDAYA IKAN

A.    Latar Belakang
a.      Faktor Ekonomi
Daerah Desa Babakan Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang merupakan daerah dataran rendah dengan sebagian masyarakatnya adalah petani padi dan terdapat pula petani ikan dengan pengusahaan kolam air tawar tersebar di setiap Blok dengan memanfaatkan pengairan. Dengan demikian aspek teknis dengan tersedianya fasilitas kolam dan sumber air serta infra struktur dan lokasi yang mudah dijangkau
Pada aspek non teknis yaitu dalam hal permodalan ini merupakan suatu kendala dalam pengembangan usaha  perikanan Budidaya Ikan Mas sehingga petani belum mengarah pada kegiatan ekonomi pada skala bisnis.
Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi dan masyarakat secara umum, menunjukkan bahwa sektor yang handal dan mampu bertahan dalam krisis serta berperan sangat besar dalam perekonomian nasional.
Pembangunan perikanan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan demi tercapainya kesejahteraan petani beserta keluarganya. Strategi pembangunan di pedesaan merupakan perpaduan pemerataan dan pertumbuhan secara berkesinambungan melalui pembangunan kelompok-kelompok dengan menerapkan cara distribusi dan pemasaran kelompok bisnis perikanan.
Untuk mencapai keberhasilan dari pembangunan pedesaan dalam mewujudkan masyarakat tani yang maju, mandiri, dan sejahtera atas dasar prakarsa masyarakat itu sendiri dan dilaksanakan masyarakat tani serta hasilnya untuk dinikmati.
Kondisi sumber daya alam mendukung untuk usaha perikanan, ketersediaan lahan, air, dan sumber daya manusia sehingga usaha perikanan berpeluang untuk berhasil. Namun salah satu pembatas dalam pencapaian keberhasilan usaha perikanan yaitu permodalan yang terbatas.
Sehubungan dengan kendala yang dihadapi oleh Pengusaha “Baroena Jaya” bermaksud mengajukan proposal guna untuk terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dalam usaha Budidaya Ikan Mas yang beralamat di Desa Babakan Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang.

b.      Masalah Sosial Budaya
            Dilihat dari sosial dan budaya masyarakat kampung babakan sangat strategis untuk berusaha budidaya ikan, selain melestarikan kegiatan-kegiatan para yang ada di kampong babakan ini, juga memberikan solusi bagi para pemilik rumah makan yang sering kali membuang limbah makananya yang membuat resah warga babakan, dengan adanya usaha ini maka memberikan dampak yang positif bagi beberapa pihak.

c.       Keahlian Yang Dimiliki
Pengalaman saya dalam budidaya ternak ikan sudah saya lakukan sejak tahun 2010, dan pada tahun 2014 saya mengalami kebangkrutan karena kurangnya modal dan banyaknya kebutuhan, oleh karena itu kali ini saya ingin mencoba usaha serupa lagi.

B.     Tinjauan Teori
a.       Teori-teori yang mendasari usaha saya
1.      Pengrtian Budidaya
Apa itu budidaya ternak? Nah pengertian budidaya ternak ini bisa di-defenisi-kan dari beberapa bidang. Dari bidang bisnis maka pengertian budidaya ternak adalah: bisnis atau usaha yang bergerak dalam memelihara dan atau memproduksi hewan-hewan ternak. Budidaya menurut bahasa peternakan dapat diartikan sebagai sektor produksi hewan ternak. Ada juga sebahagian orang mengartikan budidaya ini sebagai pengembang biakan, padahal sekedar penggemukan atau pengasuhan saja juga bisa disebut sebagai budidaya ternak.
Budidaya berbeda dengan pemuliaan ternak, dalam budidaya bukan saja kegiatan pemeliharaan yang terdapat di dalamnya, kegiatan perkembang biakan (reproduksi) juga termasuk di dalam usaha budidaya. Hampir semua jenis hewan dapat dibudidayakan, bila hewan tersebut hewan liar maka terlebih dahulu dilakukan proses pemuliaan. Dibutuhkan manajemen pemeliharaan yang baik di dalam melakukan budidaya ini.
Sumber : http://kesehatan-ternak.blogspot.co.id/2013/02/budidaya-ternak-menyangkut-pemasaran.html

2.      Ikan Mas Adalah
Ikan mas merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang harganya cukup mahal. Konon, ikan mas sudah dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak dua ratus tahun silam. Namun, secara pasti belum ada data yang menyebutkan kapan tepatnya ikan mas mulai dibudidayakan. Terlepas dari kapan ikan mas mulai dibudidayakan, yang jelas hingga saat ini komoditas perikanan tersebut masih cukup digemari masyarakat, hal ini disebabkan selain cita rasanya yang istimewa, ikan mas juga hampir tidak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi para penderita kolesterol tinggi.
http://www.tanijogonegoro.com/2013/11/ikan-mas.html

3.      Kandungan Gizi
Beberapa kandungan gizi pada ikan mas
·         Kalori (kal) Kandungan Bobot 86,0
·         Protein (gram) 16,0
·         Lemak (gram) 2,0
·         Kalsium (mg) 20,0
·         Fosfor (mg) 150,0
·         Besi (mg) 2,0
·         Vitamin A (SI) 150
·         Vitamin B1 (mg) 0,05
·         Air (gram) 80,0
www.nangimam.com/2013/12/kandungan-gizi-ikan-mas-untuk-tubuh.html

4.      Pengertian Wirausaha
wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.
Beberapa pengertian wirausaha adalah sebagai berikut:
Ø  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Ø  Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi.
Ø  Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative destruction (pengrusakan yang kreatif) untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang
http://coretan-berkelas.blogspot.com/2014/02/pengertian-wirausaha-dan-kewirausahaan.html

5.      Manfaat Berwirausaha
Selain sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi, wirausaha juga memiliki beberapa manfaat lainnya. Berikut manfaat wirausaha secara luas diantaranya yaitu:


Ø  Menambah lapangan kerja
Fungsi utama wirausaha adalah menambah lapangan kerja. Dengan berwirausaha artinya selain kita membuka lapangan kerja bagi diri sendiri, juga tidak menutup kemungkinan jika usaha telah meluas bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain. Dengan kata lain kita mengurangi jumlah pengangguran dan secara tidak langsung meningkatkan pendapatan negara.
Ø  Mempunyai peluang untuk mengoptimalkan diri,
Berwirausaha juga melatih mental dan memacu potensi diri kita. Dengan berwirausaha, kita akan terpacu agar hari ini menjadi lebih baik dari yang kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini. Begitu pula ketika kita merencanakan peningkatan profit atau pengembangan usaha maka kita mau tidak mau akan berusaha untuk terus menjadi lebih baik
Ø  Adanya peluang untuk mencapai keuntungan dengan maksimal yang semuanya di dapat dari hasil kerja keras kita.
Dengan berwirausaha, minimal kita bisa menjadi bos bagi diri kita sendiri. Mendapatkan hasil kerja dengan jerih payah hasil keringat sendiri tentunya memberikan kebahagiaan yang terkadang sulit untuk dijelaskan. Terlebih jika kita memperoleh keuntungan sesuai dengan yang kita targetkan, atau bahkan lebih.
Ø  Menunjukan bahwa diri kita mampu menjadi pemimpin, yang dapat memanage semua aspek-aspek perusahaan
Berani berwirausaha sama artinya berani menghadapi tantangan luas. Jika diumpamakan sama seperti keberanian pelaut mengarungi lautan berbadai, ataupun keberanian seorang prajurit terjun kemedan perang. Tentunya selain dibutuhkan keberanian, kemampuan untuk mempimpin juga sangat dibutuhkan terutama ketika kita mempekerjakan orang lain. Dengan berwirausaha kita belajar dan mengaplikasiakn kemampian manajemen dan kemampuan kepemimpinan kita.
Ø  Mempunyai peluang untuk dapat membantu masyarakat dengan usaha yang konkret atau jelas kegiatan usahanya.
Dengan berwirausaha, kita bisa membantu masyarakat disekitar kita untuk memenuhi kebutuhannya yang sulit terpenuhi. misanylnya membuka usaha warung sembako di daerah yang akses tarhadap kebutuhannya cukup sulit.
http://cschaddelee.blogspot.co.id/2015/03/manfaat-wirausaha.html

b.      Modal, Pendapatan dan Laba
1.    Modal yang dibutuhkan
Pengembangan usaha budidaya pembesaran Ikan Mas di Kampung Babakan Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang membutuhkan modal usaha sebagai berikut :
a.    Pembelian benih Ikan Mas ukuran 8-12 cm
Sebanyak 1000 kg @ Rp. 20.000,-                        Rp. 20.000.000,-
b.    Pembelian Pakan 10.000 kg x Rp. 4.700,-            Rp. 47.000.000,-
c.    Biaya Operasional                                                  Rp.   5.000.000,- (+) 
Jumlah                                                                          Rp. 72.000.000,-
Jadi, modal usaha yang diperlukan untuk kebutuhan usaha budidaya pembesaran Ikan Mas yaitu : Rp. 72.000.000,- 

2.    Rincian Biaya Operasional
Pembuatan kolam                                      Rp. 3.000.000,-
Saung kecil                                                            Rp. 1.000.000,-   
Jaring pagar                                                           Rp.    900.000,-
Jarring serokan                  @ 5 buah                     Rp.    100.000,-
Jumlah                                                                   Rp. 5.000,000,-




3.    Analisis Usaha
Pengeluaran
Adapun pengeluaran untuk usaha budidaya Ikan Mas ini yaitu:
a.    Pembelian benih Ikan Mas ukuran 8-12 cm
sebanyak 1000 kg @ Rp. 20.000,-                     Rp. 20.000.000,-
b.    Pembelian Pakan 10.000 kg x Rp. 4.700,-         Rp. 47.000.000,-
c.    Biaya Operasional                                              Rp.   5.000.000,-
d.   Upah Tenaga Kerja                                            Rp.   1.500.000,- +
Jumlah                                                                Rp. 73.500.000,-
Jadi, jumlah pengeluran untuk kebutuhan usaha budidaya Ikan Mas yaitu : Rp. 73.500.000,-

Pendapatan
Dari hasil penjualan 6,860 kg, perhitungan pendapatan yaitu : 1 kg berjumlah 3-4 ekor dengan harga satuan Rp. 15.000,-/kg Maka, 6.860 kg x Rp. 15.000,-/kg  = Rp. 102.900.000,- Jadi, selama dalam kurun waktu 3 bulan pemeliharaan maka jumlah pendapatan yaitu : Rp. 102.900.000,-

Keuntungan
Adapun keuntungan dari hasil penjualan dalah sebagai berikut :
Pendapatan selama 3 bulan                       Rp. 102.900.000,-     
Biaya Pengeluaran                                    Rp.   73.500.000,- -
Total Keuntungan dalam 3 bulan             Rp.   29.400.000,-     
Dengan demikian selama dalam 3 bulan perusahaan dapat memperoleh keuntungannya sebesar Rp. 29.400.000,- (Dua Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).
Jika dihitung dalam perbulannya, maka total keuntungannya dalam 1 bulan berjumlah : Rp. 9.800.000,- 


c.       Teknik-teknik Usaha
1.      Budidaya
      Untuk bibit ikan pilihan didatangkan dari purwakarta karena daerah purwakarta terkenal dengan bibit ikan pilihannya, dikirim menggunakan mobil dengan peralatan pengiriman yang ekstra hati-hati.

Pembenihan ikan mas

Untuk memulai usaha budidaya ikan mas, hal pertama yanng harus disiapkan adalah memilih bibit atau calon indukan. Calon indukan ini diusahakan harus dari keturunan yang memiliki sifat unggul. Sehingga menghasilkan benih yang memiliki produktivitas tinggi.
Calon indukan ikan mas dipelihara dalam kolam pembibitan, dipisahkan antara indukan jantan dan betina. Pemisahan dilakukan sampai kedua indukan siap memijah. Proses pemijahan atau perkawinan ikan mas dilakukan di kolam khusus. Kolam tersebut harus dilengkapi dengan kakaban, tempat untuk menempelkan telur hasil pembuahan.
Untuk mengetahui lebih detail mengenai cara membenihkan ikan mas, silahkan baca ulasan kami sebelumnya tentang pembenihan ikan mas.

Pembesaran ikan mas

Benih yang digunakan dalam usaha budidaya ikan mas biasanya berukuran 10-12 cm atau berbobot sekitar 80-100 gram per ekor. Ukuran benih sebesar ini diharapkan sudah cukup kuat untuk dibesarkan. Sehingga risiko kegagalan bisa ditekan. Lama pembesaran ikan mas berkisar 2-3 bulan.
Budidaya ikan mas bisa dilakukan dalam berbagai teknik seperti metode air deras, air tenang atau tumpang sari. Medium atau tempatnya bisa berupa kolam tanah, kolam tembok, kolam terpal, sawah, keramba dan jaring apung.

a. Kolam tanah (air tenang)

Sebagian besar petani melakukan budidaya ikan mas di kolam air tenang dengan lantai tanah. Kolam tanah banyak dipakai karena cara membuatnya mudah dan biaya pembuatannya murah, silahkan lihat cara membuat kolam tanah.
Terdapat dua tipe kolam tanah, yakni kolam tanah dengan tanggul tanah dan kolam tanah dengan tanggul tembok atau batu. Kolam tanah mempunyai keunggulan bisa menyediakan pakan alami bagi ikan. Berbagai organisme selain ikan, seperti cacing atau tumbuhan air bisa tumbuh subur di dasar kolam. Tipe kolam ini membantu mengurangi biaya pakan.
Berikut ini langkah-langkah persiapan untuk budidaya ikan mas di kolam tanah:
·         Sebelum kolam digunakan, lakukan terlebih dahulu pembajakan dasar kolam, penjemuran, pegapuran, pemupukan dan penggenangan air. Persiapan ini membutuhkan waktu 1-2 minggu, tergantung cuaca saat penjemuran kolam. Detailnya silahkan baca persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan.
·         Gunakan benih ikan mas berukuran 100 gram per ekor. Kapasitas kolam tanah untuk budidaya ikan mas sebesar 1-2 ekor/m2.
·         Berikan pakan utama berupa pelet dengan kadar protein 25%. Dosis pemberian pakan sebanyak 3-4% dari bobot ikan. Misalnya, untuk ikan dengan bobot 100 gram berikan pakan 3-4 gram pelet per ekor per hari. Bila kita menanam 1000 ekor ikan berarti dibutuhkan pakan 3-4 kg per hari.
·         Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, diberikan pagi, siang dan sore hari.
·         Setiap 2 minggu lakukan penimbangan bobot tubuh ikan mas. Ambil beberapa ekor secara acak, timbang. Lalu sesuaikan jumlah pakan yang diberikan.
·         Dalam waktu 3 bulan, bobot ikan akan naik menjadi sekitar 300-400 gram per ekor. Dengan ukuran sebesar ini ikan sudah bisa dipanen. Bila terus dipelihara, biaya pakan menjadi tidak ekonomis lagi kecuali harga ada tawaran harga jual ikan yang lebih tinggi.

b. Kolam air deras

Kolam air deras adalah tempat budidaya ikan dengan sirkulasi air yang cepat. Untuk membuat kolam air deras diperlukan debit air besar dan arus yang kuat. Kelebihan budidaya ikan mas di kolam air deras adalah ikan akan terus bergerak sehingga nafsu makannya besar. Selain itu kadar oksigen terlarut dalam kolam air deras relatif lebih tinggi. Sehingga kolam air deras mempunyai kapasitas padat tebar ikan yang lebih besar dibanding kolam air tenang.
Luas kolam air deras biasanya berukuran kecil, tidak sebesar kolam air tenang. Lahan atau areal kolam dipetak-petakkan menjadi ukuran kolam yang kecil-kecil agar aliran air bisa tetap deras. Kedalaman kolam dibuat lebih dalam dibanding kolam air tenang. Dinding kolam terbuat dari tembok untuk mencegah erosi akibat kikisan air.
·         Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan mas di kolam air deras:
·         Kolam air deras membutuhkan debit air yang besar sekitar 25-100 liter/detik. Pastikan sumber air tetap lancar.
·         Gunakan benih ikan dengan bobot 100 gram/ekor. Kapasitas penebaran benih di kolam air deras adalah 30-60 ekor/m2. Semakin deras aliran air, kapasitasnya semakin besar.
·         Berikan pakan dengan kandungan protein 25-30%. Pelet yang diberikan harus bisa bertahan dalam air, tidak mudah hancur karena aliran air cukup kencang.
·         Dosis pemberian akan adalah 4% dari bobot tubuh ikan. Timbang sebagian ikan setiap dua minggu sekali untuk menyesuaikan jumlah pakan.
·         Pemberian pakan bisa dengan cara ditebar atau menggunakan wadah almunium yang diletakan di atas kolam dengan pendulum menjulur ke dalam air. Pakan akan jatuh bila ikan menggerak-gerakkan pendulum.
·         Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
·         Budidaya ikan mas bisa dipanen setelah 2,5-3 bulan, dengan hasil 3-4 kali lipat dari bobot awal.

c. Jaring apung

Budidaya ikan mas di jaring apung biasanya dilakukan di waduk-waduk besar dan danau. Jaring terbuat dari bahan polyethylene yang tahan lama. Jaring dibuat menggantung pada kerangka rakit berbentuk segi empat. Kedalaman jaring apung maksimal 3 meter.
Bahan yang digunakan untuk kerangka kolam adalah biasanya bambu atau kayu. Kerangka tersebut mengapung di atas air dengan bantalan dari drum atau jeriken. Agar kerangka tidak terbawa arus air, harus dipasang jangkar yang menambat ke dasar kolam. Jaring apung biasanya dilengkapi dengan saung yang digunakan penunggu atau menyimpan peralatan dan pakan.
Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan mas di jaring apung:
·         Gunakan jaring berukuran 1,5 cm. Kedalaman jaring apung 3 meter.
·         Gunakan benih berukuran 100 gram per ekor. Kapasitas padat tebar jaring apung sekitar 30 ekor/m2.
·         Pakan berupa pelet dengan kadar protein 25%.
·         Jumlah pakan yang dibutuhkan setiap hari adalah 4% dari bobot tubuh ikan. Timbang sebagian ikan setiap dua minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan.
·         Frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari.
·         Ikan mas bisa dipanen setelah 3 bulan dengan ukuran 300-400 gram/ekor.


Pengendalian hama dan penyakit

Usaha budidaya ikan mas berkembang sangat pesat.  Seiring dengan itu, penyebaran penyakit pun menjadi resiko yang wajib diperhitungkan. Untuk meminimalkan resiko, setiap pembudidaya perlu mengetahui berbagai penyakit yang biasa menyerang ikan mas. Lebih detail, silakan baca hama dan penyakit ikan mas.

Panen budidaya ikan mas

Secara umum tingkat keekonomian pembesaran ikan mas berada pada kisaran 300-400 gram per ekor. Bobot ikan dibawah itu, masih punya potensi untuk dibesarkan. Sedangkan bila melebihi bobot tersebut, ikan mas sudah tidak ekonomis lagi untuk dibesarkan. Porsi pakan yang dikonsumsi ikan sudah tidak sebanding lagi dengan pertumbuhan dan harga jual ikan.
Semakin lama waktu pembesaran semakin besar biaya operasional yang harus dikeluarkan. Biaya pemeliharaan, khususnya untuk pakan akan semakin besar dengan meningkatnya bobot ikan per ekor.
Namun hal tersebut masih tergantung pada kondisi pasar. Bila ada pasar yang mau menerima ikan mas berukuran besar dengan harga per kilogramnya lebih mahal, pembesaran masih layak.
Waktu yang dibutuhkan untuk budidaya ikan mas dari ukuran 100 gram per ekor, sampai ukuran siap konsumsi 300-400 gram ekor sekitar 2-3 bulan. Dalam kurun waktu tersebut bobot ikan akan tumbuh 3-4 kali lipat.

2.      Pemasaram
Pemasaran saya lakukan ke tempat-tempat penjual ikan mas seperti di agen-agen setiap pinggir jalan sepanjang jalan raya pandeglang, dan pasar ikan antaralain daerah Menes, Labuan, Panimbang dan



3.      Kemasan
Demi memberikan kecirikhasan bahwa ikan telah didapat dari saya, maka saya berinisiatif untuk membuat label pada setiap plastik kemasan, label tersebut yaitu sebagai berikut :




C.    Kesimpulan
Dari apa yang penulis buat di atas pada usaha budidaya Ikan Mas tersebut merupakan memiliki prospek yang cukup baik dan menguntungkan serta dapat memberikan peningkatan pendapatan masyarakat tani yang pada akhirnya kesejahteraan keluarga dapat meningkat. Semoga usaha budidaya Ikan Mas akan selalu mendapat kemajuan dan terkenal di masyarakat.